Free Code-Hosting Google Rawan malware

SAN FRANSISCO - McAfee mensinyalir, situs penyedia free-code milik Google telah digunakan oleh orang tidak bertanggung jawab untuk mendistribusikan malware.

"Google Code merupakan tempat yang memungkinkan para programer membuat kode dan project aplikasi. Link yang berisi malware tersebut secara sengaja disematkan ke dalam kode-kode resmi aplikasi. Nantinya, link tersebut akan memerintahkan pengguna untuk melihat video fiktif. Untuk melihat video fiktif tersebut, si pengguna harus terlebih dahulu mendownload codec yang hilang," ujar Direktur Peneliti Keamanan dari Mc Afee Avert Labs Dave Marcus, seperti dikutip melalui Cnet, Sabtu (10/1/2009).

Setelah ditelusuri oleh McAfee, codec tersebut ternyata berisi trojan yang dapat mencuri secara otomatis password penting milik pengguna, yang juga mampu mencuri informasi keuangan yang dimliliki untuk penipuan identitas.

"Para penjahat dunia maya menggunakan Google Code untuk mengirimkan link atau menjadikan situs tersebut sebagai 'rumah' bagi link mereka untuk kemudian di-redirect. Karena nama besar Google maka malware tersebut mendapatkan perhatian khusus dari kami dan menempati posisi teratas di index malware yang cukup berbahaya," papar Marcus.

Juru bicara Google mengatakan, mereka telah memindahkan project yang mendistribuskan malware tersebut dari Google Code dan saat ini mereka juga sedang mencari solusi terbaik untuk menghindari hal ini tidak akan terjadi lagi.

"Dengan menggunakan perangkat otomatis, secara aktif kami selalu mendeteksi dan memindahkan proyek yang memiliki malware di jaringan kami. Kami pastikan bahwa Google tidak akan pernah berhenti memberikan keamanan kepada penggunanya, khususnya dari Malware. Untuk itu, kami berikan ketentuan, penggunaan project hosting di Google Code atau produk Google lainnya, untuk mendistribusikan malware, merupakan tindakan kejahatan dan menyalahi hukum," ujar pihak Google dalam keterangannya.

Masalah ini merupakan hal yang sama yang pernah ditemukan di situs MSN Spaces milik Microsoft setahun lalu. Bahkan, menurut Mc Afee, malware dalam situs tersebut terus berdatangan.

Sumber okezone.com

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.